Minggu, 17 November 2013

Pengertian Kesadahan


 Pengertian Hardness
Hardness adalah kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air, umumnya ion kalsium (Ca2+) dan ion magnesium (Mg2+) dalam bentuk garam karbonat. Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Selain ion kalsium dan magnesium, penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan air adalah dengan melarutkan sabun. Pada air sadah, sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa. Cara yang lebih kompleks adalah melalui titrasi. Kesadahan air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume dari CaCO3.
Klasifikasi Hardness
              Adapun klasifikasi Hardness adalah sebagai berikut yaitu :
1.      Kesadahan Sementara
Kesadahan sementara adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam-garam bikarbonat, seperti Ca(HCO3)2, Mg(HCO3)2. Kesadahan sementara dapat dieliminir dengan pemanasan (pendidihan), sehingga terbentuk endapan CaCO3 atau MgCO3
2.      Kesadahan Tetap
Kesadahan tetap adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam-garam klorida, sulfat, dan karbonat (endapan) dan magnesium hidroksida (endapan) dalam air. Kesadahan tetap dapat dihilangkan dengan penambahan natrium karbonat atau kalsium hidroksida menjadi endapan CaCO3 dan Mg(OH)


                   3.      Kesadahan umum ( General Hardness )
Kesadahan umum atau General Hardness merupakan ukuran yang menunjukkan jumlah ion kalsium (Ca2+) dan ion magnesium ( Mg2+) dalam air. Ion-ion lain sebenarnya ikut pula mempengaruhi nilai GH, akan tetapi pengaruhnya diketahui sangat kecil dan relatif sulit diukur sehingga diabaikan. GH pada umumnya dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/ satu  persejuta bagian) kalsium karbonat (CaCO3), tingkat kekerasan (dH), atau dengan menggunakan konsentrasi molar CaCO3. 
4.      Kesadahan  Karbonat
Kesadahan karbonat atau KH merupakan besaran yang menunjukkan kandungan ion bikarbonat (HCO3-) dan karbonat (CO3) di dalam air. KH sering disebut sebagai alkalinitas yaitu suatu ekspresi dari  kemampuan air untuk mengikat kemasaman (ion-ion yang mampu mengikat H+)Kesadahan ini umumnya dihilangkan menggunakan resin penukar ion. Untuk proses air minum sampai sekarang hanya dipakai resin dengan sifat anionik.
                 Faktor yang mempengaruhi Hardness
Faktor yang mempengaruhi hardness adalah kandungan mineral – mineral umumnya                   ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Selain itu,                      hardness juga dipengaruhi oleh ion logam maupun garam – garam bikarbonat dan sulfat.
Penanggulangan Hardness
 Penanggulangan Kesadahan Sementara
  Kesadahan sementara dapat dieliminir dengan pemanasan atau pendidihan, sehingga terbentuk endapan CaCO3- atau MgCO3-. Garam MgCO3 mempunyai kelarutan yang lebih di air panas,namun semakin rendah temperature air kelarutan MgCO3 semakin kecil , bahkan menjadi tidak larut dan dapat mengendap. Garam CaCO3 kelarutannya lebih kecil dari  MgCO3 sehingga pada air panas sebagian CaCO3 mengendap,pada air  dingin pengendapannya akan lebih banyak lagi.

Penanggulangan Kesadahan Tetap
Kesadahan tetap dapat dikurangi dengan pengendapan kimia dapat dilakukan dengan proses kapur – soda ( lime soda softening ) atau dengan proses soda kaustik. Dengan penambahan kapur tersebut dapat terjadi pengendapan. Endapan yang terjadi dapat dipisahkan dari air dengan cara pengendapan.
 Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan  kesadahan. Yang paling baik adalah dengan menggunakan reverse osmosis (RO) atau deioniser (DI). Celakanya metode ini termasuk dalam metode yang mahal. Hasil reverse osmosis akan memiliki kesadahan = 0, oleh karena itu air ini perlu dicampur dengan air keran sedemikian rupa sehingga mencapai nilai kesadahan yang diperlukan.

   Metode Analisis Hardness
               Metode Analisis Hardness yaitu :
1.      Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan air adalah dengan sabun. Dalam air lunak , sabun akan menghasilkan busa yang banyak . Pada air sadah sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit  sekali busa.

2.      Cara yang lebih kompleks adalah melalui titrasi , dimana EDTA digunakan sebagai titran dan menggunakan indicator yang peka terhadap semua kation tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar