Ammonium (NH4+)
Kandungan
ammonium (NH4+) dalam persyaratan kualitas air minum tidak diperbolehkan ada. Ammonium
dalam air menyebabkan timbulnya bau yang tidak sedap. Air yang mempunyai
kandungan ammonium yang melebihi batas persyaratan biasanya menunjukan
pencemaran oleh buangan rumah tangga. Hal ini disebabkan karena kerja mikroba
dan adanya siklus nitrogen didalam air. Nitrogen didalam cairan buangan
dibedakan menjadi 4 bentuk, yaitu: nitrogen organik, nitrogen ammonia, nitrogen
nitrit, dan nitrogen ammonium. Biasanya dalam cairan buangan dalam rumah tangga
mempunyai kandungan nitrogen antara 20-85 mg/l dan lebih kurang 60% merupakan
nitrogen ammonia, sisanya nitrogen organik. Adanya siklus nitrogen dalam air,
nitrogen organik dan nitrogen ammonium pertama kali akan dirubah menjadi nitrit
kemudian nitrat. Dalam hal ini dikenal adanya istilah nitrifikasi. Nitrifikasi
adalah oksidasi ammonia menjadi nitrit oleh bakteri nitrosomonas dan nitrit
menjadi nitrat oleh bakteri nitrobacter, dimana keduanya merupakan bakteri
autrotop. Denitrifikasi adalah reduksi nitrat oleh bakteri heterotrop menjadi
gas N2, N2O, dan NO. sebagian besar menjadi gas N2.
Metode Analisis NH4+
Metode analisa
kadar NH4+ yaitu dengan metode Nessler. Metode ini
menggunakan reagen Nessler dan
larutan garam reignette, kadar
ammonium pada kultur setiap hari dengan mengambil 25 ml air sampel
kultur,diberi 1-2 tetes pereaksi garam reignette dan 0,5 ml pereaksi Nessler, dikocok, dibiarkan selama 10
menit. Kemudian ditera intensitasnya pada panjang gelombang 420 nm dengan
menggunakan Spektrofotometer. Pada penentuan ammonium, metode Nessler, phenat/indophenol dan bispyrazolone
merupakan metoda yang dominan digunakan di laboratorium, sedangkan penentuan
nitrat menggunakan metode brucine,
reduksi dengan kadmium dan UV screening
dan metoda lainnya.
Kelebihan dan Kelemahan Metode Analisis NH4+
Kelebihan
dari metode nessler adalah dimana waktu dan pengerjaannya lebih singkat, karena
hanya membandingkan warna sampel dan warna larutan stock NH4+
, sedangkan kelemahan metode Nessler adalah hasil yang diperoleh tidak akurat,
karena hanya membandingkan warna saja.
Penanggulangan Kelebihan
Kadar NH4+
Berbagai metode telah banyak dilakukan
untuk menghilangkan kelebihan amonium antara lain melalui proses biologi
seperti nitrifikasi/denitrifikasi. Proses nitrifikasi adalah proses pembentukan
nitrat atau nitrit secara hayati dari senyawa-senyawa yang mengandung nitrogen
tereduksi. Nitrifikasi terdiri dari oksidasi amonium menjadi nitrit disusul
dengan oksidasi nitrit menjadi nitrat oleh dua jenis bakteri (Nitrosomonas dan Nitrobacter). Cara lain yaitu dengan cara proses kimia-fisik
seperti stripping, adsorbsi pertukaran ion. Jika kelebihan kadar ammonium dapat
ditanggulangi dengan cara :
1. Memanfaatkan
enceng gondok. Enceng gondok dalam perairan dapat mengurangi kadar ammonium
dalam air yaitu dengan cara berdasarkan umur dan lama kontak. Jika berdasarkan
umur yaitu dengan menggunakan enceng gondok yang tua dan muda dalam air. Dapat
dilihat penyerapan amonium berdasarkan penyerapannya berdasarkan usia enceng
gondok yag tua dan muda.
2. Menggunakan
sistem pengolahan dengan cara adsorpsi. Sistem operasi yang dipergunakan adalah
batch dan kontinyu. Sedangkan adsorbat (kontaminan) yang dipergunakan
adalah limbah artifisial, yaitu larutan ammonium klorida. Sedangkan faktor yang
ketiga yaitu perlakuan awal adsorben: dengan pemanasan dan penambahan asam.
Faktor terakhir yaitu jenis adsorben yang digunakan: bentonit dan kaolin.
Jika kekurangan kadar
ammonium dapat ditanggulangi dengan cara berikut ini:
1.
Memperbanyak kandungan ammonia dalam air
karena ammonia dalam air membentuk ammonium. Amonia adalah senyawa
kimia dengan rumus
NH3.
Biasanya senyawa ini didapati berupa gas
dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia).
NH3
+ H2O à NH4OH
2.
Ammonia dapat bersenyawa-ionisasi
menghasilkan ammonium.
NH3 + H+ à
NH4+
Tidak ada komentar:
Posting Komentar