Minggu, 17 November 2013

Kandungan ammonium dalam air

   Ammonium (NH4+)
Kandungan ammonium (NH4+) dalam persyaratan kualitas  air minum tidak diperbolehkan ada. Ammonium dalam air menyebabkan timbulnya bau yang tidak sedap. Air yang mempunyai kandungan ammonium yang melebihi batas persyaratan biasanya menunjukan pencemaran oleh buangan rumah tangga. Hal ini disebabkan karena kerja mikroba dan adanya siklus nitrogen didalam air. Nitrogen didalam cairan buangan dibedakan menjadi 4 bentuk, yaitu: nitrogen organik, nitrogen ammonia, nitrogen nitrit, dan nitrogen ammonium. Biasanya dalam cairan buangan dalam rumah tangga mempunyai kandungan nitrogen antara 20-85 mg/l dan lebih kurang 60% merupakan nitrogen ammonia, sisanya nitrogen organik. Adanya siklus nitrogen dalam air, nitrogen organik dan nitrogen ammonium pertama kali akan dirubah menjadi nitrit kemudian nitrat. Dalam hal ini dikenal adanya istilah nitrifikasi. Nitrifikasi adalah oksidasi ammonia menjadi nitrit oleh bakteri nitrosomonas dan nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrobacter, dimana keduanya merupakan bakteri autrotop. Denitrifikasi adalah reduksi nitrat oleh bakteri heterotrop menjadi gas N2, N2O, dan NO. sebagian besar menjadi gas N2.
  Metode Analisis NH4+
    Metode analisa kadar NH4+ yaitu dengan metode Nessler. Metode ini menggunakan reagen Nessler dan larutan garam reignette, kadar ammonium pada kultur setiap hari dengan mengambil 25 ml air sampel kultur,diberi 1-2 tetes pereaksi garam reignette dan 0,5 ml pereaksi Nessler, dikocok, dibiarkan selama 10 menit. Kemudian ditera intensitasnya pada panjang gelombang 420 nm dengan menggunakan Spektrofotometer. Pada penentuan ammonium, metode Nessler, phenat/indophenol dan bispyrazolone merupakan metoda yang dominan digunakan di laboratorium, sedangkan penentuan nitrat menggunakan metode brucine, reduksi dengan kadmium dan UV screening dan metoda lainnya.
 Kelebihan dan Kelemahan Metode Analisis NH4+                  
                               Kelebihan dari metode nessler adalah dimana waktu dan pengerjaannya lebih singkat, karena hanya membandingkan warna sampel dan warna larutan stock NH4+ , sedangkan kelemahan metode Nessler adalah hasil yang diperoleh tidak akurat, karena hanya membandingkan warna saja.

  Penanggulangan Kelebihan Kadar NH4+
       Berbagai metode telah banyak dilakukan untuk menghilangkan kelebihan amonium antara lain melalui proses biologi seperti nitrifikasi/denitrifikasi. Proses nitrifikasi adalah proses pembentukan nitrat atau nitrit secara hayati dari senyawa-senyawa yang mengandung nitrogen tereduksi. Nitrifikasi terdiri dari oksidasi amonium menjadi nitrit disusul dengan oksidasi nitrit menjadi nitrat oleh dua jenis bakteri (Nitrosomonas dan Nitrobacter). Cara lain yaitu dengan cara proses kimia-fisik seperti stripping, adsorbsi pertukaran ion. Jika kelebihan kadar ammonium dapat ditanggulangi dengan cara :
1.      Memanfaatkan enceng gondok. Enceng gondok dalam perairan dapat mengurangi kadar ammonium dalam air yaitu dengan cara berdasarkan umur dan lama kontak. Jika berdasarkan umur yaitu dengan menggunakan enceng gondok yang tua dan muda dalam air. Dapat dilihat penyerapan amonium berdasarkan penyerapannya berdasarkan usia enceng gondok yag tua dan muda.
2.      Menggunakan sistem pengolahan dengan cara adsorpsi. Sistem operasi yang dipergunakan adalah batch dan kontinyu. Sedangkan adsorbat (kontaminan) yang dipergunakan adalah limbah artifisial, yaitu larutan ammonium klorida. Sedangkan faktor yang ketiga yaitu perlakuan awal adsorben: dengan pemanasan dan penambahan asam. Faktor terakhir yaitu jenis adsorben yang digunakan: bentonit dan kaolin.
Jika kekurangan kadar ammonium dapat ditanggulangi dengan cara berikut ini:
1.    Memperbanyak kandungan ammonia dalam air karena ammonia dalam air membentuk ammonium. Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia).
                                        NH3 + H2O à NH4OH                           
2.    Ammonia dapat bersenyawa-ionisasi menghasilkan ammonium.

                                           NH3 + H+ à NH4+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar